PERBEDAAN MASYARAKAT PERKOTAAN DAN PEDESAAN

March 6, 2010

POSITIF NEGATIF MASYARAKAT DESA DAN KOTA

  1. Pengertian

Masyarakat desa dan kota suatu komunitas yang dapat dikatakan suatu komunitas yang saling bertolak belakang antara satu dengan lainnya. Kota yang identik dengan kemacetan, kebisingan, kericuhan dan permasalahannya yangbegitu rumit serta kompleks. Sedangkan desa yang begitu tenang, damai, tertib dan kebaikannya yang sangat sederhana dalam setiap keadaannya. Kota, menurut definisi universal, adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Desa, atau udik, menurut definisi universal, adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa, sedangkan di Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut Kepala Kampung atau Petinggi. Masyarakat desa masih terikat kehidupannya dengan adat dan istiadat daerahnya, adat istiadat merupakan aturan yang melekat erat pada masyarakatnya yang mengatur setiap tindakan melalui system konsep kebudayaan yang kental. Aturan yang dimiliki kota biasanya telah tertulis secara nyata pada peraturan perundang-undangan walaupun masih memiliki peraturan yang tidak tertulis sama halnya dengan desa karena masyarakat kota biasanya merupakan campuran dari berbagai masyarakat desa yang hijrah ke kota, namun peraturan yang tidak tertulis tersebut biasanya tidak banyak diperhatikan dan pada akhirnya akan hilanbg dengan sendirinya.

  1. Sisi Negatif

Dalam hal kenegatifan suatu komunitas, kotalah yang menempati urutan pertama dalam tingkat kesadaran masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakatnya yang beragam dan kondisi social dari lingkungan kota itu sendiri, dengan berbagai pengaruh yang berasal dari berbagai sumber serta bidang yang menyertainya. Sisi negative dari kota dapat dilihat dari kebersamaan masyarakatnya yang kurang dan biasanya akan tercipta kelompok-kelompok tertentu yang memiliki perbedaan pandangan, kepedulian yang makin berkurang diantara sesama juga merupakan salah satu hal yang seharusnya perlu dihindari. Hal-hal tersebutlah yang biasanya akan menyebabkan pertikaian diantara kelompok tertentu dengan mengrsampingkan norma-norma yang ada. Sedangkan di pedesaan hal negative yang dapat terlihat adalah masyarakat desa yang kurang dalam mendapat informasi actual dan disusul dengan keterlambatan mereka dalam menerima informasi karena kondisi wilayah atau geografis desa mereka, serta pemahaman mereka mengenai hal baru yang ada di dunia.

  1. Sisi Positif

Dalam hal ini desalah yang menempati peringkat paling atas dalam kepemilikannya untuk hal yang positif. Diantaranya adalah kebersamaan yang kental diikuti dengan gotong-royong, kepedulian antara tetangga, kerja keras mereka dalam mendapatkan penghidupan, kehidupan sehari-hari mereka yang tenang dan saling menghormati antara sesame. Kadangkala ada yang menyatakan bahwa masyarakat desa lebih malas dibanding masyarakat kota yang terus bekerja keras demi mendapat makan, hal tersebut salah karena sebenarnya masyarakat kotalah yang malas dalam melakukan sesuatu mereka bekerja keras dengan pikiran mereka sehingga tampak lelah dari luar namun kerja keras mereka hanya membuat keterpurukan pikiran mereka dalam bersosialisasi yang selalu menginginkan gampangnya saja sedangkan masyarakat desa setiap waktu selalu bekerja keras dengan tenaga dan pikiran mereka serta belajar bersabar dengan hidup, seperti contoh dalam memanen memerlukan waktu yang panjang untuk dapat memanen hasil bumi dan dibutuhkan kerja keras saat menanamnya serta kesabaran dalam menuainya. Walaupun begitu masyarakat kota juga memiliki hal positif yang dapat dipetik dalam kehidupan mereka, yaitu informasi, pengetahuan, teknologi dan kedinamisan mereka dalam berkembang.

Catatan secara keseluruhan, walau masing-masing kota dan desa memiliki kelemahan dan kelebihan namun itu semua kita yang menentukan, menetapkan filosofi apa yang akan kita gunakan dalam kehidupan kita dan menjalaninya dengan hati.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/

ILMU PENGETAHUAN DAN KEMISKINAN

March 6, 2010

PENGARUH KEMISKINAN DALAM PENDIDIKAN

Kemiskinan merupakan suatu kondisi kekurangan atas segala hal terutama materi, kebutuhan social dan penghasilan kurang serta kekayaan. Dalam hal ini kekurangan kebutuhan social dapat diartikan pada tingkat taraf pendidikan yang kurang memadai. Pendidikan amatlah penting dalam menunjang kehidupan kita, namun pendidikan tidak mutlak akan membuat kita keluar dari suatu kemiskinan, hal tersebut tergantung bagaimana kita akan memanfaatkan setiap pengetahuan yang kita peroleh. Pentingnya pendidikan dapat kita lihat dalam kehidupan kita, yaitu untuk mengembangkan setiap potensi yang dimilki menjadi suatu pengetahuan yang dapat berguna bagi kehidupan. Memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dapat diperoleh melalui pendidikan yang memiliki kualitas yang baik. Baik buruknya pemanfaatan pendidikanyang kita peroleh dapat dilihat dari keperluan diri dan masyarakat.
Masyarakat miskin akan rentan dalam mendapatkan pendidikan yang berkualitas, dikarenakan untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas maka akan diperlukan biaya yang cukup tinggi, di Indonesia lebih dari 30 juta orang merupakan masyarakat miskin. Walau pemerintah telah mencanangkan pendidikan gratis, pada kenyataannya pendidikantersebut tidak sepenuhnya gratis. Memang beberapa pendapat menyatakan jika ingin mendapatkan pendidikan tinggi mengeluarkan biaya yang tinggi juga merupakan kewajaran. Kenyataannya bagi Negara yang berkembang pendidikan masih dinomor duakan namun pengentasan kemiskinan tidak pula dinomor satukan. Hal ini akan menjadi percuma jika 2 hal terpenting tidak segera dituntaskan, dengan kemiskinan akan menghambat peningkatan pendidikan bagi generasi muda yang akan membangun bangsa ini.
Pemerintah seharusnya focus pada peningkatan taraf hidup masyarakat sehingga kemiskinan akan berkurang. Peningkatan ekonomi secara umum tidak akan membuat berkurangnya kemiskinan karena peningkatan ekonomi hanya berlaku bagi kepemilikan pasar sehingga tidak akan berpengaruh pada perekonomian rakyat kecil yang tidak memiliki andil dalam pasar internasional atau nasional. Pendidikan akan meningkatkan pengetahuan dan pengetahuan digunakan untuk pemanfaatan diri dan masyarakat. Kemiskinan akan menyebabkan generasi muda terlantar.

PEMUDA DAN SOSIALISASI

March 5, 2010

PEMUDA DAN KEIKUTSERTAANNYA DALAM ORGANISASI

1. Pengertian Pemuda

Pemuda sebagai tonggak dari kehidupan masa yang akan datang, dimana di pundak mereka terbebani dengan berbagai harapan ideology sebagai penerus dari generasi tua dan cita-cita bangsa. Pemuda sebagai suatu subyek yang tentunya memiliki nilai sendiri dalam pergerakan kehidupan bangsa daripada mereka sebagai obyek yang tidak memiliki andil dalam kemajuan kehidupan disekitarnya. Pemuda pada setiap zamannya akan memiliki pandangan yang saling berbeda dikarenakan pengaruh dari berbagai bidang dan cultural pada setiap perkembangannya. Pemuda merupakan generasi yang akan menentukan arah hidup suatu bangsa dan Negara sebagai penerus pembangunan serta cita-cita perjuangan bangsa. Dengan berbagai variasi permasalahan yang akan dihadapi oleh pemuda seperti perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang diikuti oleh masalah peledakan penduduk dan berbagai krisis dunia dalam bidang ekonomi, social, budaya, politik dan pertahanan keamanan, telah mempengaruhi masyarakat secara mendasar. Hal ini akan menjadi sebuah tantangan yang perlu dihadapi pemuda sebagai perjuangan mereka dalam meneruskan perjuangan generasi pendahulu yang mengharapkan kemajuan bangsa dan Negara ke arah yang lebih baik. . Secara garis besar, permasalahan generasi muda itu dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yang meliputi :
a. Aspek Sosiologi Psikhologi
b. Aspek Sosial Budaya
c. Aspek Sosial Ekonomi
d. Aspek Sosial Politik

2. Organisasi Pemuda

Keikutsertaan pemuda dalam suatu perkumpulan menjadi peranan penting dalam menentukan arah pembangunan. Perkumpulan dalam hal ini merupakan organisasi yang akan mengisi ideology mereka sebagai penerus bangsa. Hal ini dapat terlihat pada tahun 1928 dimana para pemuda memiliki inisiatif sendiri dalam perjuangannya untuk menyatukan bangsa Indonesia yang terpisah jauh diantara pulau-pulau dan mengikrarkan sumpah, saat ini di kenal dengan Sumpah Pemuda. Peranan mereka dalam keikutsertaan organisasi sangatlah penting untuk pembangunan masyarakat, bangsa dan Negara. Pemuda atau mahasiswa sebagai pelopor dari masa baru, seperti terlihat pada masa awal kemerdekaan mereka mulai mendirikan organisasi yang bersifat politik ataupun militer, diantaranya KAMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) yang menjadi pelopor pendobrak kearah kehidupan baru yang dikenal dengan Orde Baru dan kemudian pada masa akhir Orde Baru, pemuda atau mahasiswa melakukan langkah penting kembali dengan mengganti masa kehidupan baru lainnya menjadi Reformasi. Saat ini demokrasi mulai dijalankan dengan belajar walau tidak sepenuhnya, inilah bukti peranan pemuda sebagai generasi kritis, dinamika inovatif dan pemberani dengan idealismenya yang dapat mengubah zaman suatu bangsa. Secara garis besar mahasiswa atau pemuda memiliki peranan sebagai berikut :

    1. agent of change
    2. agent of development
    3. agent of modernization

Sebagai agent of change yang akan membawa perubahan-perubahn dalam berbagai bidang ke arah yang lebih baik. Sebagai agent of development, pemuda diharapkan mengembangkan dan melancarkan jalannya pembangunan di berbagai bidang baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Sedangkan pemuda sebagai agent of modernization agar masa-masa yang akan dilalui menjadi masa baru yang lebih baik daripada masa yang telah ditinggalkan dan bertindak menjadi pelopor pembaharuan untuk kemajuan bangsa dan Negara.

INDIVIDU KELUARGA MASYARAKAT

March 5, 2010

HUBUNGAN INDIVIDU DENGAN MASYARAKAT

Dalam beberapa pengertian masyarakat secara garis besar merupakan kumppulan dari individu, tetapi kumpulan tersebut tidak hanya berdiri sendiri mereka juga harus memiliki korelasi dan keterikatan satu dengan yang lainnya. Jadi masyarakat merupakan manusia yang saling memberi dan menerima serta teorganisasi dalam kelompoknya.

Pengertian masyarakat juga dapat diartikan dengan kumpulan berbagai individu yang berada pada satu tempat dan berkumpul dalam satu daerah dengan waktu yang lama, seperti misalnya masyarakat Indonesia, dalam masyarakat Indonesia telah terbentuk ikatan saat masa-masa kerajaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Antara individu-individu tersebut telah terbentuk masyarakat yang berkelompok sangat besar dan mulai membentuk suato kelompok di dalam kelompok sehingga kelompok tersebut menarik anggotanya yang berasal dari masyarakat dengan penetapan aturan mereka sendiri dalam berorganisasi.

Pandangan menjadi kunci ikatan yang paling kuat dalam masyarakat Indonesia yaitu Pancasila dan secara umum memiliki dasar hokum satu untuk semua, dasar hokum itu adalah UUD 1945. pengertian secara umum mengenai individu adalah bahwa individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat terpisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Hal itu dapat terlihat dari masing-masing individu yang membentuk kelompok bahwa mereka tidak dapat menjadi bagian yang lebih kecil lagi daripada keluarga, karena keluarga merupakan kumpulan individu yang menjadi sebuah kelompok yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Hubungan antara individu dan masyarakat telah.banyak disoroti oleh para ahli baik para filsuf maupun para ilmuan sosial. Berbagai pandangan itu pada dasarnya dapat dikelompokkan kedalam tiga pendapat yaitu pendapat yang menyatakan bahwa (1) masyarakat yang menentukan individu, (2) individu yang menentuk masyarakat, dan (3) individu dan masyarakat saling menentukan.

Pada pendapat pertama menyatakan maksud bahwa individu merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki realitas sendiri dan masyarakat yang lebih penting karena individu hidup demi masyarakat. Pendapat kedua menyatakan bahwa individulah yang menentukan corak suatu masyarakat karena individu yang menimbulkan keanekaragaman suatu masyarakat. Dalam pendapat yang terakhir mengungkapkan bahwa manusia selalu mengusahakan sendiri hasilnya dan bertanggung jawab atas hasilnya karena manusia tidak terkurung dalam masyarakat, melainkan ia bermasyarakat sebab masyarakat itu merupakan suatu aksi.

Dapat dikatakan bahwa kehidupan individu dengan masyarakat merupakan penggabungan yang lebih bisa mencerahkan kehidupan dan memajukan hidup dari berbagai pandangan. Manusia masing-masing akan berbuat menurut caranya dan dalam masyarakat itu mereka akan berkembang, seperti pandangan demokrasi yang ada di Indonesia.

Sumber : http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_15.html